Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Riset Pasar Handphone, Komputer, dan Elektronik Home Appliance di Indonesia

Seiring makin pesatnya industri teknologi informasi (IT), industri pendukungnya pun terus berkembang, terutama untuk produk smartphone (ponsel) dan komputer. Dengan target pasar 250 juta jiwa penduduk Indonesia, saat ini pengguna smartphone ditaksir 132 juta jiwa atau setara dengan pengguna internet di negeri ini. Karena itu, tidak salah jika duniaindustri.com membuat Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar) . Penasaran isinya, mari kita simak penjelasannya di bawah ini. Konten detail per halaman, sebagai berikut: 1. Sampul depan 2. Highlight makro ekonomi Indonesia, meliputi pertumbuhan PDB 2014-2019 ( forecast ), dikomprasi dengan negara Jepang, China, India, Korea Selatan, ASEAN, serta tren inflasi di Indonesia periode 2000-2015. 3. Highlight pasar Indonesia dengan total penduduk 252,8 juta jiwa, perekonomian ke 16 terbesar di dunia, 45 juta jiwa kelas konsumen (consuming class) saat ini dan proyeksi 2030: perekonomia

Pilih Mana: Memonitor Pesaing Atau Dimonitor Kompetitor?

Berbicara strategi penetrasi pasar, kita tidak akan terlepas dari upaya memonitor pergerakan pesaing (kompetitor) . Memang dalam urusan bisnis terutama persaingan pasar, pergerakan kompetitor atau market leader penting untuk dilihat untuk mengukur sejauhmana perkembangan ekspansi, akuisisi pelanggan, tren penjualan, serta strategi dan perencanaan ke depan. Tidak heran, berkembanglah salah satu divisi market intelligence di perusahaan-perusahaan skala besar yang biasanya sudah menjadi market leader di industri tertentu. Tugas dari divisi ini adalah memonitor pergerakan pesaing baik pemain baru (new comers) atau pemimpin pasar kedua (second market leader). Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini; pemulihan ekonomi nasional masih bergerak lamban, daya beli masyarakat stagnan, dan tekanan inflasi membesar, peran market intelligence makin penting guna menjaga kesinambungan (suistanibility) usaha serta mencari peluang baru. Dalam konsep market intelligence umum, dikenal ko

Kompetisi Sengit Pemain Industri Semen di Indonesia

Persaingan ketat para pemain industri semen yang salah satunya disebabkan kelebihan kapasitas diduga mengarah ke skema konsolidasi antarpemain. Setelah PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) merger dengan PT Semen Andalas pada 2016, tampaknya isu dan skema konsolidasi di antara pemain industri semen masih berlanjut. Merger Holcim dan Semen Andalas didorong oleh merger dua holding induk kedua produsen semen tersebut, yakni Holcim Ltd dan juga Lafarge SA, induk perusahaan Semen Andalas. Dengan integrasi lokal ini, Holcim mendapatkan tambahan kapasitas produksi sebesar 1,6 juta ton semen per tahun dari pabrik di Lhoknga, Aceh. Sehingga kapasitas total yang dimiliki saat ini mencapai 15 juta ton semen per tahun. PT Holcim Indonesia Tbk akan menjadi badan hukum dan merek perusahaan yang memayungi semua kegiatan bisnis Holcim dan Lafarge di Indonesia. Namun perusahaan akan tetap mempertahankan merek produk-produknya yang ada saat ini, seperti “Holcim Semen Serba Guna” dan “Semen And

131 Database Bisnis Bantu Dalami Kekuatan & Kelemahan Pesaing

Berbicara strategi inovasi perusahaan tentu strategi pengembangan bisnis baik di bidang produksi dan prosesnya, distribusi, pemasaran, hingga jasa atau layanan after sales. Inovasi belakangan ini menjadi kata yang sangat penting dalam persaingan pasar, faktor pendorong kinerja perusahaan, dan tolak ukur maju-mundurnya profit perusahaan. Tidak hanya di tingkat mikro, dalam tataran makro yakni perekonomian negara, inovasi juga berperan penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi suatu negara. Dengan kata lain, inovasi dan kreativitas sangat berperan dalam maju mundurnya perekonomian suatu bangsa. Dalam kondisi seperti saat ini, dimana tingkat permintaan global cenderung rendah, harga komoditas bergerak lambat, dan perubahan kebijakan negara maju berimbas pada ekonomi nasional, dibutuhkan inovasi dan kreativitas untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Inovasi mutlak diperlukan untuk memenangi persaingan yang sangat ketat, mendorong perusahaan untuk meningakatk