Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Top 10 Cosmetics Companies in Indonesia by Sales Value

Cosmetics Market Research and Outlook 2009-2017 (Top 10 Cosmetics Companies in Indonesia) was released by October 2016 featuring independent research, data, analysis, assessment and outlook regarding growth projections cosmetics industry in Indonesia, the competitive landscape, and profiles of quick highlights pemain- players in the industry, up to a market share analysis of cosmetic products with the highest level of competition. This market research begins by presenting economic and market highlights Indonesia, include consumer trends and purchasing power, as well as the segmentation of middle-class consumers in Indonesia. (Page 2-4) On page 5, presented terminology cosmetics from a Greek word meaning ornate. Followed by a brief profile of the national cosmetics industry on page 6, includes a number of companies, number of employees, export-import, as well as the cosmetic product segmentation. On page 7, show the value of sales (market size) Indonesia cosmetic i

Kumpulan Database dan Riset Pasar Industri Kosmetik di Indonesia

Industri kosmetik merupakan industri dengan pertumbuhan yang cukup stabil dalam lima tahun terakhir, ditopang besarnya konsumen kelas menengah di Indonesia. Meski perekonomian negeri ini melambat dalam dua tahun terakhir, industri kosmetik cenderung dapat berinovasi dan survive dengan grwoth yang positif. Untuk merekam pertumbuhan, peta persaingan, serta prospek industri kosmetik di Indonesia, duniaindustri.com memiliki sedikitnya dua data dan riset pasar kosmetik. Simak berikut ulasannya: 1.  Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia) 2. Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris) 3. Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir) Berikut outline dan penjelasan detailnya: 1) Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia) ini dirilis per Oktober 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook meng

Riset Pasar Kosmetik Terbaru dan Terlengkap 2009-2017

Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia) ini dirilis per Oktober 2016 menampilkan riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook mengenai proyeksi pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia, peta persaingan, highlights dan profil ringkas pemain-pemain di industri ini, hingga analisis pangsa pasar sejumlah produk kosmetik dengan tingkat persaingan paling tinggi. Riset pasar ini dimulai dengan menampilkan highlights ekonomi serta pasar Indonesia, dilengkapi tren konsumen dan tingkat daya beli, serta segmentasi konsumen kelas menengah di Indonesia. (halaman 2-4) Pada halaman 5, disajikan terminologi kosmetik dari bahasa Yunani yang berarti berhias. Dilanjutkan dengan profil singkat industri kosmetik nasional pada halaman 6, berisi jumlah perusahaan, jumlah tenaga kerja, ekspor-impor, serta segmentasi produk kosmetik. Di halaman 7, ditampilkan nilai penjualan (market size) industri kosmetik di Indonesia periode 2009-

Bahan Riset Pasar untuk Marketing Produk Consumer Goods

Pertumbuhan pasar produk consumer goods di Indonesia pada 2016 masih ditopang kenaikan nilai, dengan produk personal care mencatatkan kenaikan nilai pasar tertinggi. Dalam 12 minggu hingga Agustus 2016, kenaikan nilai pasar produk personal (perawatan tubuh) mencapai 15%, melampaui produk home care 10%, dairy 7%, minuman 4%, dan makanan 3%. Sementara volume penjualan consumer goods (produk barang konsumsi) di Indonesia masih cenderung lemah, ditandai pertumbuhan negatif di segmen makanan -4% dan minuman -2%. Hal itu terungkap dalam laporan terbaru lembaga riset Kantar Wordpanel Indonesia per akhir Agustus 2016 yang diterima duniaindustri.com . Pasar produk personal care (perawatan tubuh) sangat mendominasi pertumbuhan baik secara volume (9%) dan secara nilai (15%). Tren pasar consumer goods di Indonesia lebih banyak ditopang kenaikan harga yang mendorong nilai pasar secara keseluruhan. Secara nilai, pasar consumer goods di Indonesia tumbuh 5,1% ditopang peningkatan harga p

Persaingan Pangsa Pasar Semen 2016

Perang harga dan rencana pembatasan investasi semen menjadi fokus tantangan produsen semen di Indonesia pada kuartal IV tahun ini. Seiring perlambatan permintaan yang dipengaruhi kondisi ekonomi nasional, produsen semen diduga masih terlibat perang harga di daerah-daerah tertentu untuk berupaya mengambil pangsa pasar yang lebih besar. “ Persaingan di industri semen makin sengit. Pemain besar perang harga di sejumlah daerah yang tingkat persaingannya tinggi. Perang harga itu bisa berupa pemberian diskon yang lebih besar,” ujar sumber duniaindustri.com dari kalangan pelaku industri semen. Hal itu tidak heran mengingat pada September 2016 pasar semen nasional terkoreksi 3,4% menjadi 5,63 juta ton pada September 2016 dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya 5,83 juta ton, menurut data Asosiasi Semen Indonesia (ASI). Pelemahan tersebut ikut dipengaruhi penurunan pasar di Pulau Jawa sebesar -5,2%, Pulau Kalimantan -4%, dan Pulau Sumatera -3,1%. Penjualan semen domesti

Optimalisasi Brand Jadi Kunci Sukses Industriawan

Dunia makin bergerak cepat dan sangat cepat. Begitu juga dengan persaingan bisnis, antar merek (brand), antar daerah, antara negara, dan seterusnya. Mau tidak mau, suka tidak suka, dalam pergerakan dunia yang makin cepat itu, kita hidup bersama dengan merek (brand). Brand besar atau brand kecil, dari mulai hal remeh seperti sikat gigi, pulpen, hingga produk berteknologi tinggi seperti handphone, televisi. Brand secara umum akan selalu ada menemani manusia. Boleh jadi brand yang satu mati karena tidak efisien, tapi akan diisi kembali oleh brand lain yang lebih kompetitif. Untuk itu, mempertahankan brand (merek) dan mengoptimalkannya butuh ekstra kerja keras serta dukungan data yang akurat. Karena itu Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni indeks data industri aktual. Lebih dari 117 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komo

Menghitung Persaingan Pasar Semen Per Provinsi

Penjualan semen domestik melemah 3,4% menjadi 5,63 juta ton pada September 2016 dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya 5,83 juta ton, menurut data Asosiasi Semen Indonesia (ASI). Pelemahan tersebut ikut dipengaruhi penurunan pasar di Pulau Jawa sebesar -5,2%, Pulau Kalimantan -4%, dan Pulau Sumatera -3,1%. Penjualan semen domestik di Pulau Jawa, yang berkontribusi 55% terhadap pasar semen nasional, turun -5,2% pada September 2016 menjadi 3,1 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 3,27 juta ton. Pelemahan pasar semen di Pulau Jawa dipengaruhi penurunan pasar di Jakarta sebesar -15,8%, Banten -11,4%, dan Jawa Barat -10,8%. Ketiga daerah paling barat di Pulau Jawa itu menderita pelemahan penjualan semen sepanjang bulan lalu, dengan penurunan terparah dialami Jakarta. Daerah lain seperti Jawa Tengah (1,1%), Yogyakarta (5%), dan Jawa Timur (2,6%) masih mencatatkan pertumbuhan pasar semen. Di luar Jawa, hanya Sulawesi (5,8%) serta Maluku & Papua (

Strategi dan Tren Pemasaran Otomotif dari Dua Prinsipal Global

Dunia otomotif terutama industri mobil mengalami pergeseran signifikan. Tidak tanggung-tanggung, dua prinsipal mobil dunia, yakni Mazda Motor Corp dan Ford Motor Company, meninggalkan pasar Indonesia. Kinerja penjualan yang jelek dengan penurunan signifikan disinyalir menjadi faktor utama perubahan strategi kedua prinsipal tersebut. Mazda Motor Corp mengalihkan bisnis distribusi kendaraan dan suku cadang di Indonesia kepada PT Eurokars Motor Indonesia (Eurokars). Dengan demikian, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) mengundurkan diri menjadi agen pemegang merek Mazda di Indonesia. Menurut pernyataan resmi dalam website MMI, pengalihan bisnis distribusi kendaraan dan suku cadang Mazda kepada Eurokars merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat bisnis di Indonesia. Pasar kendaraan bermotor di Indonesia telah berkembang terus-menerus, dan kondisi pasar berubah dengan begitu cepatnya. Bertujuan merespons dengan cepat atas perubahan dalam iklim usaha dan memaksimalkan

Database Industri Penentu Keputusan Bisnis Terbaik

Dalam dunia yang bergerak makin cepat dan makin cepat, diperlukan data dan database yang solid untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Karena jangan salah, satu keputusan bisnis yang baik dengan dukungan data yang solid, bisa mendorong pertumbuhan pesat. Namun sebaliknya, satu keputusan bisnis yang keliru, bisa jadi malapetaka. Karena itu Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni indeks data industri aktual. Lebih dari 110 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi. Database industri sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun perorangan, investor, pemangku kebijakan, direksi perusahaan, marketer, lembaga pemerintahan, institusi asing, lembaga pembiayaan, mahasiswa, dan lainnya. Duniaindu

Kajian Industri Semen Terbaru

Fitch Ratings Ltd , lembaga pemeringkat kredit internasional, memperkirakan kondisi kelebihan pasokan (over supply) semen di Indonesia akan memberikan tekanan terhadap margin laba produsen. Pasalnya, produsen semen di negeri ini telah memperluas kapasitas produksi mereka lebih cepat dari volume penjualan dalam dua sampai tiga tahun terakhir. Menurut laporan terbaru Fitch Ratings di Jakarta, Senin (10/10), disebutkan industri semen Indonesia dalam jangka menengah cenderung masih mengalami kelebihan pasokan kendati mengalami pemulihan volume penjualan di tahun ini. Fitch memperkirakan penjualan semen domestik akan meningkat sebesar 4%-5% pada tahun 2016 menjadi sekitar 63 juta ton. Pertumbuhan akan ditopang ekonomi domestik yang lebih kuat dan permintaan yang lebih baik dari sektor terkait infrastruktur. Fitch juga memperkirakan volume penjualan semen meningkat dalam dua tahun ke depan, sesuai dengan harapan bahwa pertumbuhan PDB akan meningkat menjadi 5,5% pada tahun 2017