Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Inilah Peta Persaingan Industri Serat Rayon

PT Sateri Viscose Internasional dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, sedang menggarap pabrik baru yang memproduksi serat rayon dengan nilai investasi jumbo, masing-masing Rp 10 triliun dan Rp 3,3 triliun. Pabrik baru kedua perusahaan tersebut akan memanaskan persaingan dengan market leader existing, yakni PT Indo Bharat Rayon (anak usaha Aditya Birla Group) dan PT South Pacific Viscose (Grup Lenzing). Pabrik baru Sateri Viscose dirancang berkapasitas 350.000 ton, 75% untuk ekspor, dengan target operasi pada 2018. Sementara pabrik baru Sritex Group berkapasitas 80 ribu ton per tahun dan dibangun di Solo. Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 100 hektare (ha) tersebut mampu memproduksi rayon fiber sebesar 80 ribu ton per tahun. Menurut dia, selama ini impor serat rayon untuk kebutuhan bahan baku tekstil sebesar 50%. Pabrik baru Sritex diharapkan dapat mengurangi impor se

Data-Data dan Kumpulan E-Book Makalah Industri Semen

Industri semen merupakan salah satu industri yang dibutuhkan untuk infrastruktur, konstruksi, dan properti. Dengan karakteristik seperti itu, tidak heran industri semen tumbuh pesat di negara-negara berkembang seperti Asia Pasifik. Untuk mendukung hal itu, Duniaindustri.com memiliki sedikitnya tujuh data dan riset industri semen yang dapat dengan mudah didownload. Simak ulasannya berikut ini: (1) Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) (2) Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version) (3) Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017 (4) Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019 (5) Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017 (6) Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar (7) Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir) (8) Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar (9) Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen In

Rangkuman Bahan Makalah dan Data Industri Kendaraan Bermotor

Industri otomotif (mobil dan motor) merupakan tulang punggung sektor transportasi yang memberikan andil besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Di era mobilisasi dan konektivitas tinggi, peranan industri otomotif makin ketara meski persaingan di sektor industri ini makin ketat. Untuk merekam seluk beluk industri otomotif di Indonesia, duniaindustri.com memiliki sedikitnya 9 data dan riset terkait perkembangan industri otomotif di Indonesia. Mari kita simak ulasannya berikut ini. 1) Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019) 2) Outlook Industri Otomotif 2016-2018 3) Data Industri Sepeda Motor dan Velg Motor di Indonesia 4) Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia 5) Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia 6) Data Penjualan Per Merek Mobil 7) Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif 8) Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC) 9) Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan 10) Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebi

Market Research and Data Automobile Industry (2005-2019)

Market Research and Data Automobile Industry (2005-2019) which was released in August 2016 showing all information, data, independent research, as well as projections and trends in the Indonesian car market. From the start of the largest market share, the installed capacity of the car manufacturer, to data on the number of cars and motorcycles that operate research and data presented in this industry. Market Research and Data Automobile Industry (2005-2019) was started from the beginning by showing highlights macroeconomic Indonesia, covering 2014-2019 GDP growth, inflation trends, population, middle-class consumer trends, the potential of the local market, as well as trends in GDP per capita. (Page 2-4) Furthermore, market research showing trends of sales of cars and motorcycles in Indonesia 2005-2019 (estimate) in an interesting graphic. (Page 5) Visible car sales grew historically high since 2009 to 2013 from 486 thousand units to 1.23 million units. Trends in the competi

Tren Nilai Pasar Industri Detergent di Indonesia

Nilai pasar (market size) industri deterjen di Indonesia diestimasi tumbuh 3,5% menjadi Rp 10,11 triliun pada 2016 dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 9,77 triliun, menurut riset duniaindustri.com . Momentum perbaikan perekonomian Indonesia dan daya beli konsumen akan menopang pertumbuhan market size industri deterjen tahun ini. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan market size industri deterjen cukup fluktuatif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2014 sebesar 6% menjadi Rp 9,54 triliun. Namun, perlambatan perekonomian nasional, depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kejatuhan harga komoditas dunia ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan industri deterjen pada 2015. Tahun lalu, market size industri deterjen diperkirakan tumbuh melambat menjadi 2,5%. Tiga raksasa consumer goods di Indonesia, yakni Wings Group, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Kao Indonesia, makin ketat bersaing di pasar deterjen di indonesia. Berdasarkan penelusur

Mengukur Kelebihan Pasokan Industri Semen 2016

Menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), saat ini kapasitas industri semen nasional tercatat 92 juta ton. Padahal, kebutuhan nasional tercatat hanya 62 juta ton per tahun atau 67,39% dari total produksi semen. Dengan demikian, terjadi kelebihan kapasitas (overcapacity) sekitar 32,6% dari kapasitas terpasang. Itu berarti, pabrik-pabrik semen di Indonesia saat ini hanya menggunakan utilisasi (tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang) sebesar rata-rata 67,39%, sesuai pertumbuhan permintaan domestik. Duniaindustri.com menilai jika ingin meningkatkan utilisasi dan kinerja keuangannya, perusahaan semen dapat meningkatkan ekspor, meski strategi itu dapat menggerus margin laba. Tingkat utilisasi yang sedikit di atas rata-rata itu perlu diantisipasi mengingat utilisasi menentukan tingkat keekonomian produksi serta pendapatan dan laba perusahaan. Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyadari masalah yang terjadi di industri semen. Karena itu,

Inilah Tren Penjualan Semen 2016

Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) ini dirilis per Agustus 2016 menampilkan seluruh informasi mengenai kondisi kelebihan pasokan (oversupply) industri semen di Indonesia. Fokus utama pembahasan dalam riset independen, data, analisis, kajian, dan outlook komprehensif ini terkait kondisi oversupply semen dan strategi para pemain. Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019) ini dimulai dengan tren permintaan (demand) semen 2003-2016, dikaitkan dengan kapasitas terpasang (instaled capacity), serta pertumbuhan konsumsi. (halaman 2) Dengan melihat tren jangka panjang sejak 2003, terlihat kapasitas semen domestik terus di atas tingkat konsumsi lokal, sehingga Indonesia tidak defisit pasokan semen. Oversupply terjadi saat pertumbuhan permintaan di bawah ekspektasi. Pada halaman 3 ditampilkan grafis terkait proyeksi kondisi oversupply semen 2016-2020. Pertumbuhan kapasitas terpasang semen akan terjadi paling tinggi pada 2017, sementara estimasi prod

Consumer Behavior Trends in Indonesia

Consumer Goods Market Research and Online Shoping Trends (2009-2017) was released in August 2016 featuring independent research, data, analysis, review, and a comprehensive outlook regarding all information on the consumer goods market and the rapid trend of online shopping (online shopping) in Indonesia. Market research study two subjects have been given the relative stability of the two sectors in Indonesia amid the economic slowdown in 2015 until the first half of 2016. Consumer Goods Market Research and Online Shoping Trends (2009-2017) begins by showing highlights macroeconomic Indonesia, covering 2014-2019 GDP growth, inflation trends, population, middle-class consumer trends, the potential of the local market, as well as trends in GDP per capita. (Page 2-4) Furthermore, Consumer Goods Market Research It outlines the actual growth of the consumer goods industry (consumer goods) in Indonesia until the first half of 2016. The market trends as well as indicators of

Wow BUMN Indonesia Mampu Akuisisi Perusahaan Perancis

PT Pertamina (Persero) , BUMN minyak dan gas (migas), mengakuisisi saham Maurel & Prom ‎milik Pacifico sebesar 24,53%, sebagai salah satu strategi ekspansi global . Maurel & Prom merupakan perusahaan migas independen yang terdaftar di bursa saham Perancis (Euronext) dan memiliki sejumlah lapangan eksplorasi di Afrika dan Asia Tenggara. Akuisisi ini didanai antara lain dari pinjaman luar negeri, melalui anak perusahaan Pertamina International Exploration-Production (PIEP). Nilai seluruh aset Maurel & Prom mencapai 891,8 juta euro. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, ‎nilai akuisisi saham ini sebesar 200 juta euro atau Rp 2,9 triliun (kurs 1 euro setara Rp 14.500) dengan harga saham sebesar 4,2 euro per lembar. Proses akuisisi ditargetkan selesai pada bulan ini. ‎"Ini bertahap mulai penjajakan. Mulai Mei 2016 penjajakan ke pemerintah tempat aset berada. Setelah ada kecocokan, mulai penawaran. Saham sebesar 24,53% itu target selesai Agustus," ujarn

Pemain Baru Operasikan Pabrik, Kompetisi Pasar Semen Makin Panas

Pabrik baru Semen Manokwari dan Conch Semen , dua pemain baru di industri ini, dijadwalkan mulai beroperasi (pengujian operasional/comissioning) pada semester II 2016. Seiring dengan itu, pabrik baru dari sejumlah pemain existing seperti Semen Bosowa, Semen Tiga Roda, dan Semen Indonesia juga akan mulai uji operasional pada semester II tahun ini. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan enam pabrik semen dengan kapasitas sebesar total 13,1 juta ton siap beroperasi pada semester II tahun ini. “Enam pabrik tersebut milik Semen Bosowa, Semen Tiga Roda, Conch Semen, Semen Indonesia, dan Semen Manokwari . Pada semester II ada empat unit pabrik yang sedang melakukan comissioning (pengujian operasional),” kata Ketua Umum ASI, Widodo Santoso, kepada pers. Widodo mengatakan, pabrik baru Semen Bosowa yang tengah melakukan comissioning, memiliki kapasitas 2,5 juta ton, sementara pabrik Semen Tiga Roda 4,4 juta ton, dan Conch Semen yang berlokasi di Kalimantan Selatan sebanyak 1