Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Mengukur Peran Strategis Riset dan Survei dalam Membongkar Database Tersulit

  Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Dinamika tantangan bisnis pasca pandemi, berupa pergeseran trend pasar dan perubahan strategi market leader, perlu diantisipasi dengan wawasan baru seiring upaya menggenjot pendapatan di 2021. Adaptasi dan respons cepat butuh pijakan serta referensi yang aktual dalam merumuskan pengambilan keputusan di tingkat korporasi. Atas dasar itu, tim Duniaindustri.com -- startup big data dan riset pasar -- senantiasa mengupdate database spesifik dan riset data teraktual guna mendukung pelaku industri memperoleh wawasan (insight) berharga. Seiring dengan itu, tim Duniaindustri.com juga memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni: 1. Survei lapangan 2. Kuesioner 3. Market comprehensive database (regulatory source) 4. Market intelligence database (leading player data) 5. Historical database 6. Factory observation 7. Market

Menkeu Optimis dengan Titik Balik Ekonomi Didorong Technical Rebound

Duniaindustri.com (April 2021) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merasa optimistis perekonomian Indonesia akan mengalami titik balik ke arah penguatan pada kuartal II 2021. Keyakinan ini didasarkan pada perkembangan konsumsi rumah tangga. Pada Maret 2021, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di posisi 93,4, sudah hampir menyentuh angka 100 yang merupakan batas optimistis. "Konsumen memiliki keyakinan yang membaik. Aktivitas konsumsi pada Maret lalu meningkat terutama di makanan-minuman, informasi, transportasi, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan rekreasi. Meski yang terakhir sangat tergantung dari kita agar Covid-19 tidak meningkat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2021 secara virtual, Kamis (22/4). Tim Duniaindustri.com menilai pernyataan Menkeu bahwa terjadi titik balik dalam ekonomi RI di kuartal II 2021 disebabkan faktor technical rebound merupakan skenario moderat. Hal ini menunjukkan potensi ekonomi domes

Percepat Penetrasi Pasar dengan Direktori Digital 18.398 Perusahaan

Duniaindustri.com (Desember 2020) -- Ekspektasi pemulihan kondisi bisnis pasca Pandemi Covid-19 yang makin meninggi ikut mendorong pelaku industri untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum. Tantangan pembatasan aktivitas dan ketidakpastian selama pandemi sedikit demi sedikit berubah menjadi optimisme baru meraih pertumbuhan ke depan.   Dinamika bisnis seiring pergeseran perilaku konsumen menuju digitalisasi justru dimaknai sebagai peluang baru, di tengah persaingan pasar. Berbekal inovasi dan kejelian melihat kesempatan, kini strategi pelaku industri dituntut lebih adaptif dan aktual guna menjawab target di masa mendatang. Terlebih lagi bagi divisi marketing dan pemasaran industri yang senantiasa menjadi ujung tombak tumpuan penetrasi pasar. Baik strategi online maupun offline marketing perlu terus diasah dan dipertajam guna mendobrak perubahan pasar. Salah satu tantangan marketing terkait dengan pelacakan konsumen korporasi secara business to business (B to B). Tantanga

Mengulas 52 Segmen Bahan Material Bangunan yang Digunakan Sektor Konstruksi

  Berbicara bahan material bangunan, tentu banyak ragam dan jenisnya. Bisa dilihat dari konstruksi bangunan, apakah itu gedung, rumah, bangunan komersial, hingga konstruksi khusus. Nah, berikut ini adalah 52 jenis bahan material bangunan yang populer di pasar. Yuk kita lihat bersama: 1. Besi (Besi Beton, Besi Cor, Besi Hollow) 2. Baja (Baja, Pipa Baja, Plat Baja, Wiremesh) 3. Keramik (exclude Keramik Custom) 4. Sanitair & Plumbing (Pipa, Aksesoris Pipa, Wastafel, Kran, Aksesoris Toilet) 5. Material Komposit (Pasir, Batu, Batu Bata) 6. Perkakas Bangunan (Alat - alat kerja tukang) 7. Pengikat (Baut, Bor, Sekrup, Ikat Kabel, Mur, Kawat, Paku) 8. Material Finishing (Plafon Gypsum, Triplek, HPL (High Pressure Laminate), Lem, Engsel Perabot, Handle) 9. Elektrical (Kabel, Aksesoris Kabel, Stopkontak) 10. Material Akustik (Glasswool, Rockwool, Akustik Plafon) 11. Semen 12. Marmer, Granit 13. Kayu 14. Logam 15. Aluminium 16. Kaca 17. Cat & Epoxy 18. Aspal 19. Genteng 20. Kayu Olahan 2

Pasca Pandemi, Indeks Penjualan Eceran Mulai Bangkit

 Duniaindustri.com (April 2021) – Setelah dua bulan awal 2021 masih tercatat negatif, indeks penjualan eceran pada Maret 2021 diproyeksi tumbuh 2,9%. Mengacu pada laporan hasil survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) terjadi perbaikan kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Februari 2021. Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2021 tumbuh -2,7 persen month to month (mtm) atau membaik dibandingkan dengan -4,3% (mtm) pada Januari 2021.   Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan bahwa perbaikan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat saat HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Imlek dan libur nasional. Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang, seperti bahan bakar kendaraan bermotor, perlengkapan rumah tangga lainnya, dan suku cadang serta aksesoris. "Berdasarkan hasil SPE, diperkirakan peningkatan kinerja penjualan eceran berlanjut pada Maret 2021. Hal itu tercermin dari IPR Maret 2021 yang diperkirakan tumbuh 2,9 persen (mtm),

26 Database Direktori Perusahaan dengan Coverage 18.398 Data Industri

Duniaindustri.com (Desember 2020) -- Ekspektasi pemulihan kondisi bisnis pasca Pandemi Covid-19 yang makin meninggi ikut mendorong pelaku industri untuk bergerak cepat memanfaatkan momentum. Tantangan pembatasan aktivitas dan ketidakpastian selama pandemi sedikit demi sedikit berubah menjadi optimisme baru meraih pertumbuhan ke depan.   Dinamika bisnis seiring pergeseran perilaku konsumen menuju digitalisasi justru dimaknai sebagai peluang baru, di tengah persaingan pasar. Berbekal inovasi dan kejelian melihat kesempatan, kini strategi pelaku industri dituntut lebih adaptif dan aktual guna menjawab target di masa mendatang. Terlebih lagi bagi divisi marketing dan pemasaran industri yang senantiasa menjadi ujung tombak tumpuan penetrasi pasar. Baik strategi online maupun offline marketing perlu terus diasah dan dipertajam guna mendobrak perubahan pasar. Salah satu tantangan marketing terkait dengan pelacakan konsumen korporasi secara business to business (B to B). Tantanga

Pelaku Industri Perlu Sadari Customer Centric Model, Apa Itu?

 Duniaindustri.com (April 2021) – Tantangan pandemi dan pergeseran perilaku konsumen ikut mendorong transformasi industri 4.0 yang mengarah pada  customer centric model . Apa itu? Yakni pergeseran dan perubahan pola produksi dari berbasis kapasitas menjadi menyesuaikan permintaan atau kebutuhan pelanggan.   Perjalanan sektor industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi Industri 4.0 menorehkan beberapa catatan penting yang akan melandasi perkembangan industri selanjutnya. Di sektor kimia, farmasi, dan tekstil, sejumlah perusahaan telah mengimplementasikan industri 4.0 yang memungkinkan efisiensi dan peningkatan daya saing. “Revolusi industri ke-4, yang merupakan perpaduan teknologi dengan mengintegrasikan sumber daya teknologi, mesin, dan manusia, memberikan perubahan besar dalam sektor ini,” ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam. Sektor IKFT menjadi prioritas nasional pengembangan industri 4.0 karena memiliki kinerja yang cem

Rebound Pasca Pandemi, Prospek Ekonomi Global Mulai Menguat

 Duniaindustri.com (April 2021) – Prospek pertumbuhan ekonomi global diyakini makin bersinar pada tahun ini sebagai titik balik (rebound) pasca pandemi Covid-19. Vaksinasi yang dipercepat dan membanjirnya pengeluaran pemerintah, terutama di Amerika Serikat, telah meningkatkan prospek ekonomi global.   Bahkan, Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini bisa mencapai 6%. Outlook Ekonomi Dunia yang dirilis IMF pada Selasa menunjukkan PDB AS akan tumbuh 6,4 persen, di antara ekspansi tercepat di dunia, atau 1,3 poin lebih tinggi dari perkiraan Januari 2021. Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan meski masih terdapat ketidakpastian yang tinggi tentang jalur pandemi, jalan keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi ini semakin terlihat. Di sisi lain, IMF juga menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2021 untuk China menjadi 8,4 persen. Angka tersebut 0,3 poin persentase di atas prediksi IMF pada Januari dan akan menandai tingkat pertumbuhan terkua

Database Terbaru, Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Cafe

Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café diIndonesia ini dirilis minggu pertama April 2021 menampilkan database direktori, direktori 200 perusahaan hotel, restoran, dan café di Indonesia, database PIC di perusahaan tersebut, riset independen, hasil survey lapangan, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan database digital terlengkap di Indonesia. Database spesifik ini berisi 58 halaman pdf berukuran 2,05 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.   Database spesifik ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang