Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Membahas Standar Keberlanjutan di Industri Kelapa Sawit Indonesia

Isu  consensus global dalam standar keberlanjutan kelapa sawit  dinilai membutuhkan upaya kolaborasi dari  multistakeholders . Upaya kolaborasi akan mengurangi kesenjangan antara berbagai standar yang telah ada, sehingga memunculkan persamaan bersama. Hal itu menjadi pembahasan dalam  konferensi internasional  ICOPE 2018 sesi 11 di Nusa Dua Bali, Jumat (27/4). ICOPE 2018 sendiri diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 April 2018, yang dihadiri lebih dari 400 delegasi dari 30 negara. Di sesi ke-11  ICOPE 2018 , bertindak sebagai moderator adalah Alain Rival, Regional Director of CIRAD, dan menghadirkan 5 pembicara yakni Michael Buki, European Union Delegation to Indonesia, Tiur Rumondang, Director of Operations RSPO Indonesia, Azis Hidayat, Head of the Secretariat ISPO, Stephen Krecik, Co Founder Rainforest Alliance Indonesia, serta Andras Feige dari ISCC. Alain menjelaskan tujuan dari sesi ini untuk mendengarkan harapan dan solusi yang diharapkan ke depan. “Solusi seperti apa

153 Daftar Riset Tematik di Sektor Industri

Persaingan  antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Pembeli akan lebih beralih ke  produk yang berkualitas baik , namun berharga murah, serta mempunyai layanan purna jual cepat dan mudah. Ironisnya, dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, bahwa tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghilangkan proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah. Berbicara nilai tambah, makin banyak  perusahaan  yang memanfaatkan teknologi informatika terkini untuk meningkatkan kemampuan dan strategi penetrasi pasar. Tak ketinggalan  teknologi big data . Karena itu,  Duniaindustri.com , sebuah startup khusus di segmen industri, beru

Kisruh Rencana Pelarangan Minyak Sawit di Eropa

Duniaindustri.com  (April 2018) BALI –  Uni Eropa  dinilai mustahil melarang penggunaan minyak sawit, terutama untuk produk pangan, karena alternative substitusi justru bermasalah serta sulit menggantikan volume pasokan yang begitu besar dalam waktu singkat. Hal itu diungkap Chairman LMC International, James Fry, dalam  konferensi pers  yang diselenggarakan di sela-sela ICOPE 2018. “Jika masyarakat melihat realitas hari ini, saya yakin mustahil bagi Eropa untuk secara mudah menggantikan minyak sawit,” ujar James. James Fry merupakan salah satu pihak yang membuat  kajian  deforestasi sebagai rujukan bagi Parlemen Eropa. Menurut dia, dalam  laporan  Komisi Eropa saat ini juga terjadi beberapa diskusi dan pertentangan. “Jika Eropa mem-banned minyak sawit seluruhnya, secara mendadak Anda akan kehilangan pasar sekitar 6-7 juta ton, kemudian timbul pertanyaan apa yang akan menggantikannya?” tanyanya. Fry menerangkan, minyak nabati yang potensial menggantikan minyak sawit adalah soyab