Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Pecahkan Kesulitan Diversifikasi Lini Bisnis dengan Data Riset Teraktual

   Duniaindustri.com (September 2022)  -- Seiring bertambahnya tantangan pelaku industri menyusul kenaikan harga BBM, turbulensi harga energi dan pangan, pelaku industri dituntut untuk mencari peluang baru lini bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan bisnis, seraya mempertahankan kue pasar yang sudah digenggam. Namun, sering kali langkah ekspansi lini bisnis baru terkendala data dan benchmark yang valid. Untuk itu, Duniaindustri.com terus mengupdate digital database seiring isu dan faktor eksternal lainnya dengan kombinasi metodologi yang akurat seperti survei pasar, digital database, data exim terlengkap, hingga market observation dan market intelligence. Kolaborasi kekuatan digital database dan metodologi multisource itu diharapkan dapat memecahkan kesulitan pelaku industri dalam mencari benchmark dalam mengambil keputusan bisnis. Saat ini lebih dari 258 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, petrokimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi

Kebutuhan Riset Potensi Pasar Makin Melonjak Jelang Akhir Tahun

   Duniaindustri.com (September 2022)  -- Seiring bertambahnya tantangan pelaku industri menyusul kenaikan harga BBM, turbulensi harga energi dan pangan, dibutuhkan acuan teraktual untuk merekam pergeseran pertumbuhan pasar atau market demand. Terlebih lagi menjelang akhir tahun dimana korporasi butuh benchmark untuk membuat proyeksi dan prognosa pertumbuhan tahun depan. Kebijakan harga jual, efisiensi rantai pasok, diversifikasi pasar, ekspansi lini bisnis, jaminan bahan baku, hingga kekuatan distributor menjadi beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan dalam ekosistem bisnis di masa depan. Dibutuhkan dukungan data riset aktual yang komprehensif untuk membuat proyeksi pertumbuhan pasar tahun depan. Untuk itu, Duniaindustri.com terus mengupdate digital database seiring isu dan faktor eksternal lainnya. Saat ini lebih dari 258 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, petrokimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, mat

Mengukur Sensitivitas Market Demand terhadap Kenaikan BBM

   Duniaindustri.com (September 2022)  -- Pasca kenaikan harga BBM bersubsidi, tantangan yang dihadapi pelaku industri juga makin kompleks dan beragam. Kenaikan harga BBM bersubsidi akan dibarengi sejumlah strategi antisipatif sebagai kompensasi peningkatan ongkos transportasi dan distribusi serta memonitor pergerakan market demand. Kenaikan harga BBM bersubsidi akan menambah beban ongkos transportasi yang berpotensi menggerus profitabilitas, jika tanpa dibarengi kenaikan harga jual. Namun, menurut analisis tim Duniaindustri.com, jika harga jual dinaikkan hal itu akan berpengaruh terhadap sensitivitas market demand. Seberapa besar market demand akan terpengaruh dengan level kenaikan harga jual produk tertentu. Apakah konsumen loyal akan bergeser dengan adanya kenaikan harga jual? Untuk itu, perlu adanya benchmarket dari pasar terkait strategi kompetitor untuk mengabsorb kenaikan BBM menjadi kebijakan tertentu di level korporasi. Apakah kompetitor akan mem-pass on kenaikan harga BBM di

Big Data Dengan Dukungan 258 Data Riset Per Sektor Industri

  Duniaindustri.com (September 2022)  -- Seiring bertambahnya tantangan pelaku industri seiring kenaikan harga BBM, dibutuhkan acuan teraktual untuk merekam pergeseran pertumbuhan pasar atau market demand. Pasalnya, dilihat dari struktural, dalam satu industri memang ada satu segmen yang bakal terdampak melemah market demandnya, tapi tidak tertutup kemungkinan kondisi tersebut justru membuka peluang pertumbuhan tinggi di segmen lainnya. Untuk itu, Duniaindustri.com terus mengupdate digital database seiring isu dan faktor eksternal lainnya. Saat ini lebih dari 258 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, petrokimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, material bangunan, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, konstruksi, properti, perbankan, telekomunikasi, informasi teknologi, reksadana, media, consumer, perikanan, hingga makro-ekonomi. Segera hubungi kam