Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Tren Persaingan di Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat Herbal

Obat bebas, obat generik, dan obat herbal merupakan tiga segmen di industri farmasi yang tumbuh cukup tinggi. Ketiganya memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri farmasi di Indonesia. Bagaimana tren pertumbuhannya, peta persaingan pemain-pemain utama, serta market leader? Simak cuplikannya berikut ini. Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat Herbal ini menampilkan data dan outlook secara komprehensif terkait seluruh informasi mengenai industri farmasi di Indonesia, serta riset dan analisis pasar obat bebas (over the counter/OTC), obat generik, dan obat herbal. Riset ini mengulas mulai dari tren pertumbuhan pasar farmasi di Asia Pasifik (Asia Pacific healthcare market), tren pertumbuhan pasar farmasi Indonesia, pengaruh BPJS Kesehatan, tren pasar obat generik, market leader obat generik, market leader obat bebas, dan tren pasar obat herbal. Pada halaman 2 ditampilkan ekonomi Indonesia secara garis besar, mulai dari pertumbuhan PDB 2014-2019 (est), jumlah

Tren Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2016

Ekspor minyak sawit Indonesia pada Februari 2016 tercatat sebanyak 2,29 juta ton atau naik 9% dibandingkan dengan ekspor Januari 2016 sebesar 2,1 juta ton. Jika dibandingkan secara year-on-year, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia selama dua bulan pertama tahun 2016 naik 22% dibandingkan periode yang sama 2015, atau dari 3,59 juta ton pada periode Januari-Februari 2015 meningkat menjadi 4,39 juta ton pada Januari – Februari 2016. Menurut data yang diolah GAPKI, produksi CPO dan CPKO Indonesia untuk Januari lalu sebesar 2,99 juta ton, pada Februari 2016 produksi turun menjadi 2,70 juta ton atau turun sebesar 9,6%. Sementara stok minyak sawit Indonesia pada Januari tercatat 4,36 juta ton, sementara pada Februari 2016 turun 16% menjadi 3,66 juta ton. Pada Februari 2016 ekspor Indonesia memang tercatat naik, meskipun pada Januari lalu, volume ekspor sempat turun 16% dibandingkan dengan ekspor Desember 2015. Ekspor sedikit digenjot untuk mengurangi stok di dalam negeri. Ke depan ek

Mengurai Permintaan Pasar Semen di Kuartal I

Tren penjualan semen di kuartal I 2016 mulai bergairah dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,33% dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, tren penjualan semen secara bulanan terus melemah, dengan persentase pertumbuhan masing-masing bulan yakni Januari (9%), Februari (2,9%), dan Maret (2,14%). Data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menunjukkan penjualan semen pada kuartal I 2016 mencapai 14,43 juta ton, tumbuh 4,33% dibanding periode yang sama tahun lalu 13,83 juta ton. “Permintaan semen naik sebesar 4% pada kuartal I 2016. Semoga Mei dan seterusnya bisa di atas 5%,” kata Ketua ASI Widodo Santoso kepada pers. Widodo menilai, faktor hujan adalah alasan utama konsumsi semen melambat pada Maret. Hujan menghambat pelaksanaan berbagai proyek konstruksi, properti, dan infrastruktur. “Kami berharap curah hujan yang diprediksi reda pada Mei bisa memicu permintaan semen tumbuh lebih pesat menyerap produksi industri yang saat ini menumpuk di gudang. Stok semen di pa

Electronic Home Appliances Industry Data 2005-2015

Electronic Home Appliances Industry Data 2005-2015 showing the data, studies, analysis, and research related to all the information about household electronics industries (home appliances) in Indonesia, ranging from the trend of the market value (market size) for the electronic home appliances industry, 14 categories electronic home appliances , analysis of growth trends 2005-2015, the volume of the market (demand) are 14 categories of electronic home appliances, the portion of the product category to the total electronic home appliances market, to market, as well as the global electronics market trends. This data starting from the growing trend of the market value of the electronic home appliances industry in Indonesia period 2005-2015, supplemented with growth trends, and 14 categories including electronic products home appliances (page 2). Then, the market size of data is analyzed specifically on page 3 for calculating compound average growth per year (compounded annual gro

Mengupas Perusahaan Data dan Riset Terlengkap

Di era persaingan global dan digitalisasi seperti sekarang, riset dan data industri sudah dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan secara profesional. Seluruh rantai bisnis industri (supply-demand chain) membutuhkan data untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dan efisien. Namun, di Indonesia sering terjadi pencarian data, analisis, dan riset sulit dilakukan karena terbatasnya akses informasi, ruang publik, ekosistem yang belum berkembang, serta ketiadaan forum/ajang interaksi jual-beli data. Karena itu, tidak heran, harga (nilai) sebuah data dapat melambung tinggi karena keterbatasan pasokan, sementara kebutuhan tergolong tinggi. Duniaindustri.com memperkenalkan fitur terbaru yakni download database industri aktual. Lebih dari 100 database industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, lo

Inilah Tren Terbaru Harga Baja

Kenaikan harga baja dunia tampaknya tidak terbendung setelah pada April 2016 harga komoditas ini meroket 15% menjadi US$ 415-US$ 425 per ton dibanding Maret tahun ini di posisi US$ 360-US$ 370 per ton. Kenaikan harga yang signifikan tersebut membuat posisi harga baja pada April 2016 sama seperti bulan April tahun lalu, mengindikasikan proses rebound harga telah terbentuk secara lengkap. Hal itu terlihat dalam riset duniaindustri.com berdasarkan data Middle East Steel untuk harga baja dengan patokan HRC ukuran >=2 milimeter dari China. Kenaikan harga baja dunia telah berlangsung sedikitnya tiga bulan terakhir pada awal 2016, menandakan penguatan permintaan seiring pemulihan ekonomi global. Kenaikan harga yang cukup tajam pada April 2016 akan memulihkan kepercayaan pelaku industri baja di dunia bahwa permintaan terus menguat sehingga mendorong harga ke atas. Dalam empat bulan terakhir sejak level terendah, harga baja dunia telah naik sekitar 42% ke level US$ 415-US$ 425 per

Negeri Kecil Ini Jadi Pusat Keuangan Dunia

Mau tahu pusat keuangan dunia berada di mana? Ternyata kota tersibuk di dunia sangat kental dengan pusat keuangan dunia. Simak ceritanya di bawah ini. Singapura menggeser posisi Hongkong sebagai pusat keuangan terbesar ketiga di dunia, berdasarkan survei lembaga riset yang berbasis di London, Z/Yen Group. Peringkat negara kecil di Asia Tenggara itu berada di bawah London dan New York, serta dua poin di atas Hong Kong dalam laporan Indeks Pusat Keuangan Global, yang dipublikasikan website perusahaan tersebut. Indeks tersebut, yang memiliki skala seribu poin, didasarkan pada survei terhadap 2.520 jasa keuangan professional, menurut Z/Yen Group. Peringkat tersebut merefleksikan bidang kompetitif utama seperti lingkungan bisnis, pengembangan sektor keuangan dan infrastruktur dari 86 kota di seluruh dunia yang di-cover dalam survei itu. Sementara, Tokyo menempati posisi kelima dan Zurich setingkat di bawahnya, menurut indeks tersebut. Z/Yen Group kali pertama mempublikasikan survei

Inilah Perusahaan Migas dengan Cadangan Terbesar di Indonesia

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) didirikan pada 2001, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan perdagangan minyak dan gas (migas). Perusahaan memiliki area produksi di 10 blok yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Izin eksplorasi yang dimiliki berkisar antara 20 tahun - 50 tahun. Per Juni 2012, Energi Mega Persada memproduksi 14,96 juta barel migas, sehingga cadangan terbukti per Juni 2012 tersisa 1,9 miliar barel. INDUSTRY OUTLOOK: OIL AND NATURAL GAS Oil Menurut International Energy Agency , permintaan minyak dunia diperkirakan tumbuh 0,9% pada tahun ini dan tahun 2013. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3% pada 2012 dan 3,6% ditahun 2013, total permintaan minyak dunia diperkirakan rata-rata 89,8 juta barel per hari pada tahun 2012 dan 90,6 juta barel per hari pada tahun 2013. Permintaan minyak dunia pada kuartal II 2012 tumbuh 1,4% secara tahunan. Jepang merupakan negara yang permintaannya tumbuh paling tinggi sebesar 10%

Highlight of Indonesia Investment Climate

At the end of 2015, there are two important events in the world, especially Southeast Asia regian region. First, the US central bank, the Federal Reserve announced a rate hike for the first time in more than nine years (since 2006). The increase was an important step that signifies the United States eventually move out of the crisis of 2008. Second, the start of the Asean Economic Community . And Indonesia certainly affected from these two events. However, the positive sentiment began to envelop and there are positive indications related to Indonesia’s economic recovery after the slowdown in 2015. Indonesia is Southeast Asia’s largest economy with 252 million people, and GDP growth above 4,7% in 2015* and projected to remain above 5% for the next five years. During the difficult global conditions of 2015, Indonesia’s economy was among the top worldwide performers, due to a number of factors, including strong domestic demand and rich natural resources. Solid macroeconomic fundam