Langsung ke konten utama

Postingan

Database Direktori 845 Perusahaan Otomotif di Indonesia

Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor  di Indonesia ini dirilis pertengahan Agustus 2019 menampilkan  database terlengkap  dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan otomotif dan kendaraan bermotor di Indonesia.  Database direktori  ini mencakup lebih dari 100 subkategori industri otomotif di Indonesia. Subkategori dalam industri otomotif yang ditampilkan dalam  database direktori  perusahaan ini antara lain perusahaan komponen kendaraan, komponen otomotif, body part, tromol ban mobil, perakitan otomotif, kendaraan niaga, mesin blok mobil, perakitan mobil, peralatan otomotif, motor, komponen mobil, mobil pemadam kebakaran, part bodi mobil, truk, spare part piston ring, value set, dump truck, trailer, chasis mobil. Selain itu, karoseri mobil, minibus, trailer truck, bak truk dari besi, perakitan ambulance, mobil box, box mobil, jok mobil, pompa truk, tempat duduk mobil, bodi kendara...

2020, Potensi Bisnis Perbaikan Pesawat Tembus Rp 26 Triliun

Potensi bisnis  perbaikan, pemeliharaan, dan pemeriksaan (MRO) pesawat diperkirakan menembus angka Rp26 triliun di 2020. Potensi bisnis itu dihitung berdasarkan jumlah pesawat di Indonesia pada 2017 tercatat 1.030 unit dengan rata-rata pertumbuhan industri penerbangan sebesar 10 persen. Di tengah pertumbuhan tersebut,  bisnis perbaikan, pemeliharaan, dan pemeriksaan (MRO) pesawat  baru bisa melayani 30-40 persen  kebutuhan pasar  nasional. Sisanya, dikuasai industri asing. Karena itu, Pemerintah menggandeng Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group dalam membangun pusat perawatan dan fasilitas pemeliharaan, perbaikan dan pemeriksaan pesawat (MRO) di Batam. Kerja sama tersebut ditandatangani di Batam, Selasa (14/8). Selain itu, kerja sama juga dilakukan dalam membangun politeknik dan pabrik vulkanisir ban. Total nilai kerja sama tersebut mencapai US$466 juta atau setara Rp6,3 triliun. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kerja sama dilakukan untu...

Importir Produk Dairy Diarahkan Alihkan Pasokan dari Eropa

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengimbau para  importir produk dairy  atau produk makanan dari olahan susu untuk mencari sumber dari negara lain, selain Uni Eropa. Sebab, Indonesia akan mengenakan bea masuk (BM) tandingan untuk impor dairy dan olahan susu sekitar 20%-25%, sebagai balasan karena Eropa menerapkan BM untuk impor biodiesel asal Indonesia sekitar 8%-18%. “Saya sudah kumpulkan  importir produk dairy , saya bilang mereka lebih baik dari sekarang mencari sumber lain selain Eropa. Misalnya, Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dan India,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Jakarta, kemarin. Saat ini, Mendag memastikan bahwa produk wine dan alkohol asal Uni Eropa tidak dapat diimpor ke Indonesia. “Tidak melarang, hanya tidak ada saja,” pungkasnya. Menurut dia, Indonesia tidak mungkin tinggal diam terhadap pemberlakuan perdagangan yang tidak adil terhadap produk sawit andalan Indonesia. “Kami tidak m...

326 Manufaktur RI Siap 'Tempur' di Era Industri 4.0

Kementerian Perindustrian telah melakukan  assessment  terhadap  326 perusahaan manufaktur  untuk mengukur kesiapan menuju era industri 4.0. Dari jumlah itu 22 perusahaan manufaktur di antaranya telah dinyatakan mengadopsi teknologi digital dalam era industri 4.0. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BBPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara, menambahkan dalam upaya mendorong transformasi industri 4.0, hingga kini Kemenperin telah melakukan  assessment  terhadap  326 perusahaan manufaktur . Dari hasil penilaian tersebut, terlihat sejumlah  perusahaan  sudah siap menuju industri 4.0. “Kami mengklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Pertama, sebanyak 166 perusahaan memiliki rentang skor 1-2 atau 50,92%, yang menunjukkan kesiapan awal implementasi industri 4.0,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/8). Kelompok kedua, sebanyak 116  perusahaan industri  memiliki rentang skor 2-3 atau 35,58% yang menu...

Inilah Alasan Investor Asing Berani 'Bakar Uang' di Startup Digital

JAKARTA -- Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia (ADEI) menilai investor asing sudah terbiasa dengan  strategi 'bakar uang'  yang diterapkan startup digital, termasuk di Indonesia, sehingga berani memberikan modal skala besar. Aliran modal asing itu menjadi salah satu penopang pertumbuhan unicorn di Indonesia seperti Gojek dan Tokopedia, meski mengundang sejumlah efek negatif yang perlu dicermati. Salah satu Perwakilan dan Pengurus ADEI, Suherman Widjaja, menjelaskan tanpa adanya suntikan modal asing, tentu unicorn di Indonesia tidaklah mampu berkembang demikian pesat dalam waktu yang relatif singkat. Dia mengatakan, selama ini banyak bermunculan perusahaan-perusahaan rintisan baru seperti e-commerce yang mencoba merambah pasar dalam negeri. Namun, dikarenakan modal yang minim membuat perusahaan tersebut gulung tikar. " E-commerce startup itu 'bakar uang'  ujung-ujungya rugi. Kalau rugi untuk apa berbisnis. Nah para pemodal yang ada di Indonesia belum ter...

Mengulas 'Perang' Bea Masuk Komoditas antara RI dan Eropa

Uni Eropa  bakal menerapkan bea masuk (BM) untuk impor biodiesel asal Indonesia sekitar 8%-18%. Menanggapi hal itu, Indonesia akan menyerang balik Eropa dengan menerapkan BM tinggi untuk impor susu olahan atau produk dairy. Dari Eropa dilaporkan, kebijakan  BM tinggi  untuk biodiesel asal Indonesia akan berlaku secara sementara pada September 2019 dan berlaku definitif selama 5 tahun mulai Januari 2020. Eropa menuding Indonesia menerapkan praktik subsidi untuk produk biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Merespons hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan Indonesia tidak mungkin tinggal diam terhadap pemberlakuan perdagangan yang tidak adil terhadap produk sawit andalan Indonesia. “Kami tidak mungkin diam, karena ada  unfairness treatment  yang dilakukan,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Menurut Mendag, Indonesia akan merespons pemberlakuan bea masuk sementara yang ditetapkan Eropa terhadap produk biodiesel ...

Inilah Biang Keladi Defisit Neraca Perdagangan RI

Kebijakan perdagangan yang dinilai lebih pro kepada  importir pedagang  dituding sebagai biang keladi defisit neraca perdagangan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan benang Filament Indonesia, Redma Gita Wirawasta menyatakan bahwa tahun 2018 merupakan kinerja perdagangan terburuk di era pemerintahan Presiden Jokowi. “Dan sepertinya akan terus berlanjut di tahun 2019, karena pertumbuhan neracanya masih negative,” kata Redma seperti dikonfirmasi tim  Duniaindustri.com  di Jakarta, Jumat (9/8). Redma menjelaskan, meskipun  neraca perdagangan  non-migas masih positif, namun pertumbuhannya negatif ditambah dengan neraca migas yang memang sudah negatif. “Jadi tidak aneh kalau dalam 2 tahun ke depan dipastikan neraca non-migas ikut negatif sehingga menambah besar  defisit neraca  perdagangan” tambahnya. Menurut Redma, keinginan Presiden untuk meningkatkan ekspor justru diterjemahkan keliru oleh beberapa pihak dengan memberikan fasilit...