Langsung ke konten utama

Postingan

Big Data Analytic Merevolusi Industri Secara Luas

Perkembangan teknologi digital demikian pesat dengan ditopang lompatan teknologi internet of things (IoT) dan Big Data Analytic. Dunia terus mengalami perubahan dimana bidang usaha dibangun berdasarkan data dan perusahaan yang tidak mampu memahami bagaimana mengembangkan bisnis berdasarkan data akan tertinggal. Industri keuangan, kesehatan, perdagangan, infrastruktur, manufaktur, maupun teknologi informasi selalu mengandalkan data yang kuat dan masukan yang akurat dalam pengambilan keputusan. Di era transformasi digital saat ini, sangat jelas bahwa big data merevolusi seluruh area industri mulai dari dalam organisasi hingga customer touch point. Menyadari hal itu, Duniaindustri.com , sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan bertransformasi menjadi bank data industri digital. Selain itu,  Duniaindustri.com  juga meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan mengadopsi teknologi "...

Inilah Top 20 Negara Industri di Dunia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Indonesia menempati peringkat 9 dunia sebagai negara penghasil nilai tambah industri pada 2016. Peringkat Indonesia terus meningkat dari peringkat 18 pada tahun 1990, peringkat 15 pada tahun 2000, peringkat 14 pada tahun 2010, dan peringkat 11 pada tahun 2015.   Pemeringkatan tersebut dikutip berdasarkan data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) 2017. Dalam 2 dekade terakhir, sektor manufaktur negara-negara berkembang memperlihatkan kinerja yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya posisi negara-negara berkembang di dalam 20 negara dengan nilai tambah sektor manufaktur terbesar di dunia. China menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan di sektor manufakturnya dengan menduduki peringkat puncak dunia sejak tahun 2010. Sementara Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman berada di posisi 2, 3, 4 secara berurutan sejak 2010. “Menurut United Nations Industrial Developm...

Hyundai dan Artha Graha Berkolaborasi Guncang Pasar Truk di Indonesia

Hyundai Motor Company , perusahaan otomotif terbesar Korea Selatan (Korsel), meneken kesepakatan bisnis strategis dengan Artha Graha Group (AGG), kelompok usaha yang dikendalikan Tomy Winata (TW), untuk membangun pabrik perakitan truk di Indonesia. Pabrik itu akan memproduksi truk heavy duty Xcient dan model baru berkapasitas terpasang 2.000 unit per tahun. Hyundai dan AGG, konglomerasi yang masuk 10 besar di Indonesia, akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) pada Mei 2018 untuk merealisasikan rencana tersebut. Selain merakit truk, JV itu akan memasarkan dan menyediakan layanan purnajual. Hyundai belum mengumumkan nilai investasi yang akan dikucurkan untuk perusahaan patungan itu, termasuk porsi kepemilikan saham. Yang pasti, seperti dilansir Yonhapnews , produksi perdana akan dilakukan semester II 2018. Hyundai komit untuk memasok model-model truk baru untuk mendorong volume penjualan. Hyundai menilai, prospek pasar truk atau kendaraan komersial di Ind...