Langsung ke konten utama

Menengok Keyakinan Konsumen Menguat di Akhir 2020

  Duniaindustri.com (Desember 2020) – Perbaikan keyakinan konsumen pada November 2020 melaju kencang secara positif, mengisyaratkan pemulihan ekonomi meski belum sebaik pra-Covid, menurut hasil survei terbaru. Peningkatan ekspansi kegiatan usaha serta kenaikan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja menjadi pendorong utama perbaikan persepsi konsumen, selain dari adanya vaksin penyembuh.

Survei konsumen Bank Indonesia (BI) pada November 2020 mengindikasikan bahwa perbaikan keyakinan konsumen cukup kuat terjadi. Hal ini terindikasi dari peningkatan indeks keyakinan konsumen (IKK) November 2020 dari 92,0 pada bulan sebelumnya menjadi 79,0. Keyakinan konsumen terpantau menguat di seluruh kategori tingkat pengeluaran dan kelompok usia responden. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 17 kota, tertinggi terjadi di Kota Pontianak, diikuti Samarinda, dan Bandar Lampung.

Pada November 2020, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik dari bulan sebelumnya, meski levelnya masih cukup rendah dan berada pada zona pesimis. Semakin meningkatnya aktivitas ekonomi di tengah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai kota di Indonesia ditengarai mendorong perbaikan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada November 2020.

Penguatan persepsi konsumsi terhadap penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan sebelumnya berlanjut pada November 2020. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang berdampak pada perbaikan penghasilan, baik yang bersifat rutin (gaji/honor) maupun omzet usaha. Kenaikan terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp 2,1 juta - Rp 3 juta per bulan. Ditinjau dari sisi usia, indeks penghasilan saat ini juga mengalami peningkatan pada seluruh kategori usia, terutama yang berusia di atas 60 tahun.

Seiring dengan membaiknya keyakinan terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada November 2020, keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama juga membaik, terutama untuk jenis barang elektronik dan perabot rumah tangga.

Pada November 2020, konsumen memperkirakan adanya peningkatan ekspansi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan ke depan seiring adanya momen Ramadhan dan Idulfitri. Hal ini terindikasi dari indeks ekspektasi usaha yang naik menjadi 122,8, melonjak dari 99,6 pada bulan sebelumnya. Kenaikan indeks terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, tertinggi pada responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan.

Survei konsumen BI dilakukan secara bulanan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007, survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden (stratified random sampling) di 18 kota: Jakarta, bandung Bodebek, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon, dan Banten. Indeks per kota dihitung dengan metode balance score (net balance + 100) yang menunjukkan bahwa jika indeks di atas 100 berarti optimis dan di bawah 100 berarti pesimis.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis kuartal III 2020 menjadi titik balik perekonomian Indonesia yang kuat, meski pandemi virus corona belum selesai. "Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 adalah titik balik menuju pemulihan ekonomi yang kuat. Tetapi kita tetap harus menjaganya karena pandemi virus corona belum selesai," kata Sri Mulyani.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai -5,32% pada kuartal II 2020. Kondisi ini mulai membaik menjadi -3,43% pada kuartal III 2020. Pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,97%.

Sri Mulyani menjelaskan seluruh komponen pertumbuhan dalam kondisi yang meningkat. Ditambah dengan stimulus fiskal untuk menangani pandemi Covid-19 serta program pemuliham ekonomi nasional. "Konsumsi pemerintah tumbuh karena kebijakan countercyclical dalam melaksanakan program pemulihan," ujar Sri Mulyani.

Domestic demand meningkat karena konsumsi membaik berkat belanja program jaminan sosial. Investasi juga tumbuh signifikan karena pelaksanaan beberapa proyek yang tertunda akibat pandemi. "Kinerja ekspor semakin baik meskipun impor masih melemah," tambah Sri Mulyani.

Dari sisi produksi, sejumlah sektor yang semula mengalami kontraksi akhirnya mengalami pemulihan. Mulai dari sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, akomodasi makan dan minum. Sementara sektor yang tetap tumbuh tinggi di tengah pandemi adalah informasi dan komunikasi, serta jasa kesehatan. "Sektor yang masih mengalami tekanan sampai sekarang adalah pertambangan dan jasa keuangan asuransi," tutup Sri Mulyani.(*/tim redaksi 08 & 09/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 214 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 214 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Atau simak video berikut ini:

 


Komentar

  1. Bermanfaat dan menambah insight baru, lanjutkan kerja kerasnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paling Lengkap, 36 Hasil Riset Pasar dan Data Market Share di Industri Makanan Minuman

   Duniaindustri.com (Februari 2025)  -- Mencermati tren pertumbuhan, persaingan brand, dan mencari peluang di industri makanan minuman memang menarik untuk diikuti. Selain karena sektor makanan minuman merupakan kebutuhan primer, pasar Indonesia dengan 281 juta jiwa menawarkan prospek bisnis yang berpotensi di masa mendatang. Satu hal yang pasti, dibutuhkan dukungan data research yang aktual untuk terus secara kontinyu memonitor rantai pasok industri. Tujuannya tidak lain untuk menghasilkan produk sesuai selera pasar yang mampu bersaing. Faktor kualitas produk, harga jual, serta akurasi distribusi stok menjadi kunci utama. Untuk membedah pertumbuhan, pangsa pasar, serta persaingan pasar di industri makanan dan minuman,  duniaindustri.com  memiliki sedikitnya  36 data dan riset khusus  di industri ini. Mari kita simak ulasannya berikut ini: (silakan diklik data research yang dituju untuk keterangan lebih lanjut) Riset Data Spesifik Persaingan 3 Br...

Database Terbaru, 14 Market Outlook Industri Farmasi dan Alkes

Duniaindustri.com (September 2021)  -- Pandemi Covid-19 telah mengubah siklus pertumbuhan bisnis di hampir seluruh sektor industri. Tidak terkecuali sektor industri farmasi, yang menikmati high demand untuk sejumlah produk seperti masker kesehatan, alat pelindung diri (APD). Tapi bagaimana dengan produk farmasi lainnya? Guna melihat seluk beluk industri farmasi, termasuk tren pertumbuhan, pangsa pasar, serta market inteligence,  duniaindustri.com  memiliki sedikitnya 14  data dan riset khusus di industri farmasi  Indonesia dari berbagai rentang waktu. Simak ulasannya berikut ini. 1) Kajian Peluang Pertumbuhan Channel Distribusi Produk Farmasi dan Alat Kesehatan 2019-2024 (Momentum Saat Pandemi Melandai) 2) Riset Data Pertumbuhan Pasar Vitamin dan Suplemen 2016-2024 (Kompetisi Pasar Brand Vitamin) 3)  Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021) " 4 ) Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Ka...

Kumpulan 17 Data Industri Semen, Beton, dan Bahan Bangunan

 Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Turbulensi pandemi Covid-19 telah memangkas market demand di berbagai sektor, termasuk industri semen, beton pracetak, dan bahan bangunan. Bagaimana pertempuran di pasar semen dan beton pracetak,  duniaindustri.com  memiliki 17 database spesifik di industri ini yang ditujukan untuk memotret gambaran umum dan melakukan analisis eksklusif yang paling update. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini: (1)  Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) (2)  Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19) (3)  Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker) (4)  Data dan Outlook Industri Beton Pracetak (Riset Tren Pasar 2008-2022) (5)  Riset Tren Ekspansi Industri Semen 2015-2017 (Kajian Peta Kompetisi dan Strategi Penetrasi Pasar) (6)  Data dan Kajian Harga ...