Langsung ke konten utama

Lonjakan Konsumen Kelas Menengah 'Boost' Market Demand Rp 253,8 Triliun

Konsumen kelas menengah di negeri ini akan melonjak signifikan pada 2020 menjadi 141 juta jiwa, naik dua kali lipat dari periode 5 tahun lalu yang hanya 70 juta orang. Berdasarkan analisis Duniaindustri.com, lonjakan konsumen kelas menengah akan mendorong terbentuknya market demand (permintaan pasar) baru sedikitnya Rp 253,8 triliun.

Ledakan konsumen kelas menengah bakal menggairahkan demand di sektor consumer goods terutama makanan dan minuman premium, kosmetik, nutrisi, hingga gadget tercanggih, alat transportasi level menengah. Duniaindustri.com coba mengkomparasi belanja konsumen kelas menengah di Indonesia yang berjumlah 141 juta jiwa pada 2020 dengan biaya hidup layak di Indonesia. Jika diasumsikan jumlah belanja konsumen kelas menengah di Indonesia sama seperti biaya hidup layak, maka diperoleh spending Rp 1,8 juta per bulan—mengacu pada biaya hidup layak di Indonesia tahun 2015. Dengan angka tersebut, diperoleh spending konsumen kelas menengah di Indonesia pada 2020 mencapai Rp 253,8 triliun.

Sementara jika mengacu pada data Bank Dunia di tahun 2011, konsumen yang sering disapa “The middle Class” atau kelas menengah Indonesia telah menggapai 134 juta jiwa pada 2011 dengan patokan kriteria pengeluaran US$ 2-20 per hari atau sekitar US$ 60-600 per bulan. Apabila mengacu pada data Bank Dunia itu, maka total spending konsumen kelas menengah di Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai Rp 1.184 triliun.

Presiden Joko Widodo saat memberikan keynote speech dalam pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Senin (16/9), seperti dilansir dari channel youtube Sekretariat Presiden, meminta secara khusus agar industri dalam negeri mampu memanfaatkan revolusi konsumen 2020. Pada tahun itu, magnet konsumen di negeri ini akan semakin kuat.

Menurut Presiden, pada 2020 di Indonesia akan ada 141 juta penduduk yang naik kelas menjadi ‘middle class and a fluent consumers’. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding 5 tahun lalu yang jumlahnya hanya sekitar 70 juta orang.

"Telah terjadi peningkatan lebih dari 100 persen. Ini besar sekali. Inilah bukti adanya revolusi konsumen di Indonesia,” ujar Presiden saat memberikan keynote speech dalam pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta.

Selain mengalami kenaikan jumlah, lanjut dia, sebaran geografis konsumen pun juga semakin merata. “Jika 5 tahun yang lalu hanya 25 kabupaten/kota yang memiliki konsumen kelas menengah lebih dari 500 ribu orang, tahun depan meningkat 54 kabupaten/kota. Artinya meningkatnya 2 kali lebih. Hati-hati dengan peningkatan seperti ini," ungkap Presiden.

Dalam situasi perang dagang dan ancaman resesi ekonomi di sejumlah negara, menurut dia, magnet konsumen di Indonesia justru semakin kuat. “Ini akan menarik investasi dunia untuk datang ke Indonesia. Saya titip jangan sampai peluang-peluang, 'opportunity' yang ada dipakai oleh merek-merek asing, dipakai negara-negara luar," jelas Presiden.

Presiden menilai dampak revolusi konsumen 2020 di Indonesia adalah membuat pasar Indonesia semakin menarik. "Hati-hati. Jangan sampai yang mengambil manfaat justru dari negara lain, dari asing. Hati-hati ini. Karena artinya apa? Indonesia akan semakin atraktif bagi investasi bisnis global. Hati-hati. Kita akan atraktif bagi investasi bisnis global," tegas Presiden.(*/)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Annual report

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 171 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 171 database, klik di sini
  • Butuh 23 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Data Perkembangan Jumlah UKM dan Sebaran Per Provinsi

Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & UsahaBesar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)   ini dirilis pada pertengahan Juli 2018 menampilkan data komprehensif, serta tren pertumbuhan jumlah dan sebaran industri kecil (usaha kecil menengah dan mikro/UMKM) di Indonesia. Pembahasan dilakukan secara detail mulai dari   tren pertumbuhan   jumlah, porsi terhadap ekonomi, komparasi dengan kondisi di negara tetangga, serta tren produksi dan ekspor industri kecil di Indonesia. Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & UsahaBesar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)   ini dimulai dengan paparan data makro ekonomi Indonesia, inflasi, dan nilai tukar rupiah (halaman 2 dan 3). Dilanjutkan dengan   outlook dan prospek bisnis   2018 mengacu pada target pertumbuhan ekonomi pemerintah di 2018 di halaman 4. Kontribusi UMKM terhadap industri nasional di Indonesia dikomparasi dengan kondisi di sejumlah negara seper...

Menakar Outlook Bisnis 2018 dengan Database Industri

Pergeseran pasar memang semakin lama semakin cepat. Persaingan bertambah ketat, seakan tidak memberikan celah bagi perusahaan untuk tertinggal. Inovasi dan kreativitas dituntut jadi garda terdepan untuk melahirkan transformasi dan reposisi bisnis. Ya, dinamika bisnis demikian cepat berubah tanpa disadari. Karena itu, kebutuhan untuk memetakan kondisi pasar dan persaingan usaha penting untuk terus diupdate sesuai kebutuhan. Hanya dengan cara itu, perusahaan dapat mengantisipasi tantangan dan peluang di masa depan. Demikian juga saat kita akan menerka outlook 2018 , dibutuhkan bantuan tren terdahulu untuk melihat gambaran sebelumnya. Sehingga kita dapat memperoleh insight secara lebih komprehensif. Duniaindustri.com , sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk memfasilitas hal tersebut dengan terus mengupdate database industri. Selain itu, Duniaindustri.com juga meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan mengadopsi t...

Persaingan Merek Obat Paling Laku di Indonesia

Dari ratusan merek obat yang beredar di Indonesia, tentu ada sejumlah brand obat yang masuk dalam kategori obat paling laku. Anda penasaran, siapakah jawara obat dengan penjualan paling besar di Indonesia? Duniaindustri.com membuat riset eksklusif terkait top 7 obat bebas paling laku di pasaran Indonesia serta analisis persaingannya. Riset dan analisis eksklusif farmasi di Indonesia ini menampilkan data, outlook, riset eksklusif terkait seluruh informasi mengenai industri farmasi di Indonesia, serta riset dan analisis pasar obat bebas (over the counter/OTC), obat generik, dan obat herbal. Riset eksklusif ini mengulas mulai dari tren investasi baru farmasi di Indonesia mulai 2014-2016 (analisis pemain baru), pergerakan pangsa pasar obat bebas dan obat herbal, tren pertumbuhan obat generik dengan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) 2016-2019, pertumbuhan pasar obat di Indonesia, analisis persaingan pasar obat generik vs obat bebas (over the counter/OTC). Selain itu,...